Harga RAM global memang mulai turun, terutama untuk DDR5, tetapi pasar memori masih belum sepenuhnya stabil dan efeknya di Indonesia bisa sedikit terlambat terasa.
Kondisi terbaru harga RAM
- Setelah
sempat naik gila-gilaan sepanjang 2025, sejumlah modul DDR5 sekarang
dilaporkan turun sampai sekitar 20–30% di pasar retail luar negeri (AS,
Eropa, China).
- Contoh
nyata: beberapa kit DDR5 32 GB dari brand populer yang sempat melambung,
kini kembali turun ratusan dolar dari harga puncaknya, meski masih di atas
“harga normal” sebelum krisis.
- DDR4
juga sudah mulai turun lebih dulu sejak 2024, misalnya penurunan sampai
sekitar 17% hanya dalam satu bulan karena minat pasar terhadap DDR4
menurun.
Kenapa harga RAM sempat naik?
- Produsen
besar sempat mengalihkan banyak stok chip memori ke pusat data dan beban
kerja AI, sehingga pasokan untuk konsumen PC dan laptop menyusut dan harga
melonjak.
- Sejak
2023–2025 beberapa pabrik juga sengaja mengurangi produksi untuk
mengangkat harga yang sebelumnya terlalu rendah, memicu kenaikan tajam
saat permintaan AI meledak.
- Akibatnya,
merakit PC baru pada akhir 2025 disebut sebagai salah satu periode
terburuk dari sisi biaya memori karena RAM dan SSD sama‑sama meroket.
Faktor yang bikin harga mulai turun
- Permintaan
konsumen PC/laptop melemah, sehingga retailer terpaksa menurunkan harga
agar stok bergerak, terutama di pasar China yang mencatat koreksi hingga
30% untuk beberapa modul DDR5.
- Algoritma
kompresi baru seperti TurboQuant dari Google diklaim bisa mengurangi
kebutuhan kapasitas RAM hingga sekitar enam kali lipat untuk beban kerja
AI, sehingga tekanan permintaan terhadap chip memori sedikit longgar.
- Sentimen
pasar berubah: pelaku industri mulai melihat bahwa harga terlalu tinggi
dan tidak berkelanjutan, sehingga terjadi koreksi walaupun masalah suplai
belum sepenuhnya selesai.
Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli?
- Sejumlah
analis dan media teknologi menyarankan pengguna untuk tidak buru‑buru
membeli RAM saat penurunan awal ini, karena masih ada peluang harga turun
lebih jauh ke level yang lebih “wajar”.
- Untuk
gamer dan perakit PC, penurunan sekarang sudah lumayan mengurangi biaya
upgrade, tetapi masih jauh dari titik terendah sebelum era ledakan AI
sehingga menunggu 1–2 kuartal lagi bisa memberi keuntungan harga lebih
baik.
Tips praktis untuk pengguna di Indonesia
- Kalau PC
kamu masih cukup nyaman dipakai (minimal 16 GB untuk gaming/produktif
umum), pertimbangkan menunda upgrade DDR5 sampai tren turun lebih jelas
beberapa bulan ke depan.
- Jika
kamu masih di DDR4 dan cuma butuh tambahan RAM sedikit (misalnya dari 8 GB
ke 16 GB), penurunan harga DDR4 yang sudah terjadi sejak 2024 bisa
dimanfaatkan, karena segmen ini cenderung tidak akan turun sedrastis DDR5
lagi.
- Pantau
terus harga kit populer (32 GB DDR5 5600–6400) di e‑commerce lokal dan
bandingkan dengan harga puncaknya; ketika mendekati level “pra‑krisis”
barulah momen upgrade akan benar‑benar terasa maksimal dari sisi harga.

0 Komentar